Kamis, 11 Juli 2013

kewirausahaan dan lingkungan

Kegiatan operasional perusahaan di Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari kondisi dan perkembangan perekonomian global.

A. Berikut beberapa perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yaitu:

Produk baru yang dilempar oke pasar oleh pesaing.
Perekembangan teknologi dan informasi.
Perkembangan teknologi barangsubstitusi.
Berbagai penemuan baru.
Adaptasi teknologi yang siap pakai.
Strategi perkembangan teknologi nasional.
Biaya penelitiaan oleh perusahaan pesaing.
Siklus hidup produk.
Terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas.
Berbagai ramalan perkembangan teknologi di masa depan.

Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerakan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan diluar perusahaan, baik pada skala nasional, global, maupun global. Sebagian dari dampak perubahan faktor lingkungan yang ditimbulkan terbukti telah mempengaruhi telah mempengaruhi datangnya berbagai peluang bisnis tetapi banyak pula kasus dari faktor eksternal ini yang menjadi kendala daklam berusaha. Kasus teknologi SMS yang hampir menghancurkan bisnis pos, namun juga memberi peluang bagi bisnis ritel kartu telepon yang berkembang di berbagai tempat.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan indonesia, baik yang bergerak dalam aktivitas lokal maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan tekhnologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut :

1. Produk-produk baru yang dilempar kepasar oleh pesaing.
2. Perkembangan tekhnologi dan informasi
3. Perkembangan tekhnologi barang subtansi
4. Berbagai penemuan barang
5. Adaptasi teknologi siap pakai
6. Strategi perkembangan teknologi nasional
7. Biaya penelitian dan pengembangan ( research and development – R & D) oleh
perusahaan psaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industri
8. Siklus hidup produk (product life cycle)
9. Terobosan-terobosan yang dapat eningkatkan produktivitas yang lebih baik di bidang
input, pengolahan, dan pemasaran.
10. Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.

Kewirausahaan sebagai Pemicu Perekonomian Negara.
Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus memengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:

 1. Menciptakan Lapangan pekerjaan.
 2. Meningkatkan kualitas hidup
 3. Meningkatkan pemerataan pendapatan.
 4. Memanfaatkan dan memobilitasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional.
 5. Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.

2. Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian negara.

A. Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi, wirausaha melakukan berbagai kegiatan SBB:
• Meningkatkan lapangan pekerjaan.
• Meningkatkan kualitas hidup.
• Meningkatkan pemerataan pendapatan.
• Memanfaatkan Sumber Daya.
• Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.

B. Berikut beberapa masalah yang dihadapi dalam menumbuhkembangkan kewirausahawan adalah:
Pembinaan UKM.
Pribumisasi usahawan yang gagal.
Usaha kecil yang umumnya gagal menjadi besar.

3. Kebersamaan, Etika, Tanggung jawab Sosial kewiraisahaan.
Kebersamaan adalah keselarasan hubungan dan komunikasi yang baik antara pihak pengusaha dengan pihak internal.
Tanggung jawab sosial adalah Kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakn, mengambil keputusan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

A.Kejujuran dan Kedermawanan.
B.Kebersamaan dan Etika Bisnis.
C.Asas Etika Bisnis yang ada.
D.Tanggung jawab sosial kewirausahaan.

Kebersamaan dan Etika Bisnis


Kebersamaan dan etika bisnis merupakan salah satu kunci pokok kberhasilan kewirausahaan. Manfaat kebersamaan yaitu kegiatan usaha akan mendapatkan dukungan dan keterlibatan dari berbagai pihak.

Apabila etika bisnis telah menjadi pedoman dalam berpikir dan bertindak di berbagai kegiatan usaha serta dapat diterapkan dengan benar maka akan mencerminkan kualitas dan citra perusahaan yang bersangkutan. Pengusaha dianggap memiliki kemampuan kewirausahaan yang handal apabila pengusaha tersebut mampu memanfaatkan, mencari, dan menciptakan peluang bisnis, serta menerapkan asas kebersamaan dan menjalankan etika bisnis secara total, sehingga menghasilkan :

a. Terciptanya moral karyawan perusahaan (baik pimpinan maupun staf) untuk selalu
berorientasi pada pencapaian target perusahaan yang menjadi komitmen bersama.

b. Terciptanya hbungan yang sehat dengan pihak-pihak eksternal oerusahaan yang
memberikan dukungan kepada realisasi peluang-peluang bisnis.

Asas Etika Bisnis yang Sehat

Penerapan asas etika bisnis yang sehat, terutama tercermin dalam perilaku perusahaan dalam memanfaatkan, mencari, dan meniptakan peluang bisnis yang selalu berorientasi pada kepuasan pelanggan dan pelayanan terbaik.

merancang strategi pemasaran

Pemasaran
Pemasaran bertitik tolak dengan kebutuhan pembeli yang belum terpenuhi yang berkaitan dengan barang, harga, kualitas dan sebagainya. Anda dapat dikatakan berhasil dalam melakukan upaya pemasaran apabila telah melakukan upaya sebagai berikut:
1. pembeli melakukan pembelian ulang
2. pembeli merekomendasikan produk ke orang lain
Untuk mendapatkan hasil pemasaran yang sesuai maka secara umum dapat dilakukan proses pemasaran sebagai berikut:
    1.       Pengenalan pasar
    2.       Strategi pemasaran
    3.       Bauran pemasaran
    4.       Evaluasi pemasaran
Pengenalan pasar
Adalah upaya untuk mengetahui jumlah karakteristik dan sifat sebuah pasar. Hasil pengenalan pasar dapat saja sangat sederhana, mungkin berupa permintaan berupa barang atau jasa dengan syarat khusus oleh kelompok orang tertentu.
Dibawah ini beberapa teknik dalam pengenalan pasar:
1. mengelompokan pasar
Beberapa pengelompokan pembeli yang dapat dilakukan antara lain berdasarkan:
a. lokasi tempat tinggal
b. jenis kelompok
c. demogravis
d. psikologis
e. jumlah yang dibeli
2. masa peredaran barang atau jasa
Apabila mnengetahui masa peredaran barang atau jasa kita akan:
a. mempercepat atau memperlambat tahapan tahapan
b. mengetahui masa edar atau siklus hidup yang dimiliki
c. mengetahui layak atau tidaknya masuk dalam usaha baru
3. analisis SWOT
Analisis ini sangat penting untuk mengetahui posis usaha yang dijalankan. SWOT adalah Strenght  (kekuatan) Weakness (kelemahan) Opportunity (peluang) dan Threats (ancaman).
Menentukan strategi pemasaran
1. menembus pasar
Uapaya praktis yang dapat dilakukan antara lain
a. meningkatkan unit penjualan membuat barang atau jasa yang lebih banyak
b. menambah lokasi dan staff penjualan agar menjangkau jumlah pembeli yang lebih banyak
c. meningkatkan periklanan
d. menambah barang atau jasa dengan melakukan program cuci gudang untuk barang yang sudah lama
e. melakukan promosi penjualan seperti hadiah, diskon, dll
f. meningkatkan pengenalan merek dengan publisitas, penelitian, dan sejisnya
g. meningkatkan promosi dan iklan melalui media
h. menurunkan harga dengan memberikan penawaran khusus
2. mengembangkan pasar
Dilakukan apabila sasaran opembeli yang lama sudah jenuh atau habis sehingga perlu mencari saasaran pembeli baru dengan tetap menawarkan barang atau jasa yang lain contoihnya dengan menambah cabang ditempat berbeda
3. mengembangkan produk
4. malakukan diversivikasi
5. meneta0pkan biaya murah
6. memfokuskan pasar
7. melakukan diferensiasi

Menyusun rencana pemasarana
Rencana pemasaran dapat disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
1. gambarkan usaha yang akan anda jalankan seperti bidang apa, manfaat barang yang ditawarkan, siapa sasaran pembeli yang hendak dituju
2. momosisikan produk
3. Menetapkan visi dan misi yang harus dibuat sesederhana mungkin
4. menetapkan jangka waktu pemasaran dan tujuan dari pemasaran
5. melakukan analisis SWOT
6. memilih strategi yang tepat disesuaikan dengan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan sebelumnya
7. menetapkan alat pemasaran
8. membuat bagan rencana pelaksanaan pemasaran
9. menentukan ukuran keberhasilan

mengelola keuangan usaha

Keuangan bagi sebuah usaha ibarat nafas bagi tubuh manusia. Tanpa keuangan atau modal maka sebuah usaha takkan bisa berjalan. Sebaliknya dengan keuangan yang baik, kita bisa mengetahui keadaan usaha kita yang sesungguhnya. Nah, untuk itu mari kita lihat beberapa tips mengelola keuangan usaha untuk pemula.
Pisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha
Kesalahan mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sering dilakukan oleh pelaku usaha yang masih pemula. Sehingga menyulitkan kita untuk membedakan mana pengeluaran pribadi dan mana pengeluaran untuk usaha. Akibatnya bisa fatal, jika pengeluaran pribadi tiba-tiba membengkak atau tidak terkontrol. Usaha kita bisa mengalami kebangkrutan. Untuk itu, pisahkanlah uang pribadi dengan uang usaha anda. Jika menyimpan uang di bank, buatlah rekening khusus untuk usaha. Supaya tidak bercampur dengan tabungan pribadi.
Rencanakan Penggunaan Modal
Neraca atau keseimbangan bagi sebuah usaha sangatlah penting. Dimana apabila usaha kekurangan modal akan berdampak buruk. Tapi jika kelebihan modalpun tidak baik. Maka dari itu perencanaan keuangan dalam hal penggunaan modal ini menjadi sangat penting. Supaya modal yang digunakan untuk menjalankan usaha benar-benar memberikan keuntungan yang maksimal.
Buatlah Catatan Keuangan
Kesalahan mengelola usaha hanya berdasarkan ingatan juga kerap dilakukan oleh pengusaha pemula. Mentang-mentang usaha masih kecil dan belum banyak aktifitas arus kas. Catatlah keuangan usaha anda sedetail mungkin, atau paling tidak ada catatan mengenai pendapatan dan pengeluaran.
Setelah tingkatkan kemampuan administrasi anda dalam mencatat penjualan dan biaya-biaya. Tidak kalah penting, anda juga harus mencatat saldo-saldo hutang piutang, persediaan dan aset-aset tetap anda. Jika mampu, gunakan sistem komputer untuk memudahkan proses pencatatan. Dan alangkah lebih baik lagi jika anda bisa menerapkan sistem akuntansi yang memadai.
Tugas kita sebagai pengusaha ialah menghasilkan laba, namun tahukah anda berapa sih sebenarnya keuntungan yang telah kita dapatkan? Menghitung laba secara tepat sama pentingnya dengan menghasilkan laba itu sendiri. Bagian yang paling kritikal dalam menghitung laba adalah menghitung biaya-biaya. Sebagian besar biaya bisa diketahui karena melibatkan pembayaran uang tunai. Sebagian yang lain tidak berupa uang kas, misalnya penyusutan dan amortisasi. Sebagian lagi belum terjadi tapi perlu dicadangkan untuk dikeluarkan di masa mendatang, misalnya pajak dan bunga pinjaman.
Putar Arus Kas Lebih Cepat
Jangan terlalu fokus pada keuntungan. Pengelolaan keuangan juga mencakup bagaimana kita mengelola hutang, piutang serta persediaan barang dagangan. Banyak usaha mengalami kesulitan kas meski catatan akuntansi mereka menunjukkan angka berwarna biru. Perhatikan bagaimana anda memutar kas. Putaran kas anda melambat jika termin penjualan kredit anda lebih lama ketimbang kulakannya, atau apabila kita harus menyimpan persediaan barang dagangan. Kita harus mengusahakan termin penjualan kredit sama dengan pembelian kredit. Kita juga harus mampu menekan tingkat persediaan sedemikian rupa agar tetap dapat memenuhi order namun tanpa membebani keuangan.
 Periksa Aset, Hutang dan Modal
Kita perlu memeriksa persediaan di gudang dan memastikan semuanya dalam keadaan lengkap dan baik. Tapi sebelumnya, kita perlu mempunyai administrasi yang memadai untuk mengontrol semua itu. Hal yang sama perlu kita lakukan pada piutang-piutang kepada pembeli serta tagihan-tagihan dari suplier. Jangan sampai ada tagihan yang macet juga kedobelan membayar kepada suplier gara-gara catatan yang buruk. Jika kita tidak mampu melakukan semua itu sendiri, kita bisa mempekerjakan bagian keuangan dan menetapkan prosedur keuangan yang cukup untuk memastikan bahwa harta kekayaan usaha selalu terjaga dengan baik.
Sisihkan Keuntungan untuk Pengembangan Usaha
Keuntungan yang dihasilkan dari usaha yang kita kelola memang sudah selayaknya kita nkimati. Secara itu merupakan hasil kerja keras kita sendiri. Tapi jangan lupa untuk menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha. Ini juga merupakan hal yang sangat penting. Karena semakin hari tingkat persaiangan usaha semakin meningkat. Jika usaha kita hanya berjalan ditempat, besar kemungkinan akan dilindas oleh para pesaing.
Semakin besar  usaha yang kita kelola, semakin kompleks pengelolaan keuangannya. Ketika usaha anda melibatkan kreditor dan investor, maka semakin tinggi tuntutan untuk mempunyai sistem pencatatan keuangan yang baik. Keberhasilan usaha kita tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kita dalam menjual, melainkan juga mengatur keuangan

Perencanaan Dan Operasional Usaha

             Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan dan untuk itu, dicobalah untuk berfikir dengan SMART ( spesific, measureble, achieveble, reality, trackable) yang dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut: 1. spesific, mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapai tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih terfokus dan sangat jelas apa yang diinginkan. 2. Measurable, perencanaan yang dibuat harus dapat diukur, sehingga kita akan tahu kapan perencanaan tersebut telah tercapai,. 3. Achievable, bahwa perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil. 4. Reasionable, dimana perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis. 5. Trackable atau timely, setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dilacak untuk mengetahui setiap kemajuan. Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (layout) untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai dengan keperluannya, yaitu antara lain: 1. lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalian kegiatan operasional unit dibawahnya. 2. Lokasi pabrik, yaitu lokasi yang digunakan untuk melakukan proses produksi barang atau jasa. 3. lokasi gudang, merupakan tempat penyimpanan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang yang keluar. 4. lokasi cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumennya langsung pada wilayah-wilayah tertentu. ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi, yaitu : 1. dekat dengan pasar atau pelanggan 2. dekat dengan sarana transprotasi 3. pasokan tenaga kerja terjamin kesediaannya 4. listrik, air, dan prasarana lainnya 5. dekat dengan lembaga keuangan 6. dekat dengan kawasan industri pendukung 7. dekat dengan pusat pemerintahan 8. lokasi dapat dikembangkan 9. pertimbangan sosial budaya masyarakat lingkungannya 10. hukum yang berlaku dilingkungan tersebut. 11. dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun dan terminal 12. besar nya nilai investasi untuk lokasi 13. nilai ekonomis masa datang dari lokasi 14. iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya. pengorganisasisan dansumber daya manusia ada 3 aspek yang harus diperhatikan  1. struktur organisasi harus mendukung tercapainya keberhasilan implementasi atau operasionalisasi rencana dengan mengalokasikan sdm dan sumber daya lainnya untuk mengerjakan tugas tugas yang harus dikerjakan 2. struktur oprganisasi harus menjelaskan pada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka 3. struktur organisasi harus membantu dalam prosses pengambilan keputusan dan memproses informasi yang dibutuhkan  -Analisis Pekerjaan dilakukan untuik mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu. -Perencanaan sumber Daya Manusia merupakan suatu kegiatan yang secara sistematis memperkirakan kebutuhan jumlah dan kualitas sumber daya manusia dalam organisasi atau perusahaan. -Pengadaan Tenaga Kerja adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat. Kegiatannya meliputi penarikan, seleksi dan penempatan. - Pelatihan dan Pengembangan diperlukan untuk meningkatkan keahlian karyawan. - Kompensasi merupakan balas jasa yang sesuai atas tenga dan jasa yang telah berikan pada organisasi. - Perencanaan karier sebagai suatu sistem yang dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk melalui dan mendapatkan jenjang jabatan selam di perusahaan. - Keselamatan dan Kesehatan Kerja menunujuk kepada kondisi-kondisi fisiologis-fikal dan psikiologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. - Pemutusan Hubungan Kerja merupakan putusnya hubungan antara karyawan dengan perusahaan. - Pendekatan Mutu terhadap Proses Operasionalisasi Wirausaha Wirausaha baru harus memperhatikan masalah mutu dalam proses produksi, pelayanan dan manajemen. Konsep mutu berkembang seiring berkembangnya Manajemen Kualitas Total ( Total Quality Management-TQM ) yaitu adanya kemauan dari pengusaha untuk melakukan perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus, yang melibatkan semua karyawan di setiap level organisasi, untuk mencapai kualitas yang 'excellent' dalam semua aspek organisasi melalui proses manajemen. - Kepemimpinan Wirausaha Wirausaha harus memikul berbagai peranan, tugas, dan tanggung jawab, tetapi tidak ada yang lebih penting daripada peranan pemimpin. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan memberikan semangat kepada orang lain. Pemimpin bukan orang yang dicintai-dikagumi, pemimpin itu nyata, pemimpin mempunyai pengikut dan pemimpin bukan jabatan. -Perizinan dan Pendirian Badan Usaha Perijinan ini sangat penting dalam hubungannya dengan keterkaitan kerja antar perusahaan, dokumen kontrak, dan dengan sumber permodalan. Pendirian suatu perusahaan akan sangat tergantung pada pemilihan jenis badan usahanya.