Kegiatan operasional perusahaan di Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari kondisi dan perkembangan perekonomian global.
A. Berikut beberapa perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yaitu:
Produk baru yang dilempar oke pasar oleh pesaing.
Perekembangan teknologi dan informasi.
Perkembangan teknologi barangsubstitusi.
Berbagai penemuan baru.
Adaptasi teknologi yang siap pakai.
Strategi perkembangan teknologi nasional.
Biaya penelitiaan oleh perusahaan pesaing.
Siklus hidup produk.
Terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas.
Berbagai ramalan perkembangan teknologi di masa depan.
Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerakan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan diluar perusahaan, baik pada skala nasional, global, maupun global. Sebagian dari dampak perubahan faktor lingkungan yang ditimbulkan terbukti telah mempengaruhi telah mempengaruhi datangnya berbagai peluang bisnis tetapi banyak pula kasus dari faktor eksternal ini yang menjadi kendala daklam berusaha. Kasus teknologi SMS yang hampir menghancurkan bisnis pos, namun juga memberi peluang bagi bisnis ritel kartu telepon yang berkembang di berbagai tempat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan indonesia, baik yang bergerak dalam aktivitas lokal maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan tekhnologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Produk-produk baru yang dilempar kepasar oleh pesaing.
2. Perkembangan tekhnologi dan informasi
3. Perkembangan tekhnologi barang subtansi
4. Berbagai penemuan barang
5. Adaptasi teknologi siap pakai
6. Strategi perkembangan teknologi nasional
7. Biaya penelitian dan pengembangan ( research and development – R & D) oleh
perusahaan psaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industri
8. Siklus hidup produk (product life cycle)
9. Terobosan-terobosan yang dapat eningkatkan produktivitas yang lebih baik di bidang
input, pengolahan, dan pemasaran.
10. Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.
Kewirausahaan sebagai Pemicu Perekonomian Negara.
Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus memengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:
1. Menciptakan Lapangan pekerjaan.
2. Meningkatkan kualitas hidup
3. Meningkatkan pemerataan pendapatan.
4. Memanfaatkan dan memobilitasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional.
5. Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.
2. Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian negara.
A. Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi, wirausaha melakukan berbagai kegiatan SBB:
• Meningkatkan lapangan pekerjaan.
• Meningkatkan kualitas hidup.
• Meningkatkan pemerataan pendapatan.
• Memanfaatkan Sumber Daya.
• Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.
B. Berikut beberapa masalah yang dihadapi dalam menumbuhkembangkan kewirausahawan adalah:
Pembinaan UKM.
Pribumisasi usahawan yang gagal.
Usaha kecil yang umumnya gagal menjadi besar.
3. Kebersamaan, Etika, Tanggung jawab Sosial kewiraisahaan.
Kebersamaan adalah keselarasan hubungan dan komunikasi yang baik antara pihak pengusaha dengan pihak internal.
Tanggung jawab sosial adalah Kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakn, mengambil keputusan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
A.Kejujuran dan Kedermawanan.
B.Kebersamaan dan Etika Bisnis.
C.Asas Etika Bisnis yang ada.
D.Tanggung jawab sosial kewirausahaan.
Kebersamaan dan Etika Bisnis
Kebersamaan dan etika bisnis merupakan salah satu kunci pokok kberhasilan kewirausahaan. Manfaat kebersamaan yaitu kegiatan usaha akan mendapatkan dukungan dan keterlibatan dari berbagai pihak.
Apabila etika bisnis telah menjadi pedoman dalam berpikir dan bertindak di berbagai kegiatan usaha serta dapat diterapkan dengan benar maka akan mencerminkan kualitas dan citra perusahaan yang bersangkutan. Pengusaha dianggap memiliki kemampuan kewirausahaan yang handal apabila pengusaha tersebut mampu memanfaatkan, mencari, dan menciptakan peluang bisnis, serta menerapkan asas kebersamaan dan menjalankan etika bisnis secara total, sehingga menghasilkan :
a. Terciptanya moral karyawan perusahaan (baik pimpinan maupun staf) untuk selalu
berorientasi pada pencapaian target perusahaan yang menjadi komitmen bersama.
b. Terciptanya hbungan yang sehat dengan pihak-pihak eksternal oerusahaan yang
memberikan dukungan kepada realisasi peluang-peluang bisnis.
Asas Etika Bisnis yang Sehat
Penerapan asas etika bisnis yang sehat, terutama tercermin dalam perilaku perusahaan dalam memanfaatkan, mencari, dan meniptakan peluang bisnis yang selalu berorientasi pada kepuasan pelanggan dan pelayanan terbaik.
blog kewirausahaan
Kamis, 11 Juli 2013
merancang strategi pemasaran
Pemasaran
Pemasaran bertitik tolak dengan kebutuhan pembeli yang belum terpenuhi yang berkaitan dengan barang, harga, kualitas dan sebagainya. Anda dapat dikatakan berhasil dalam melakukan upaya pemasaran apabila telah melakukan upaya sebagai berikut:
1. pembeli melakukan pembelian ulang
2. pembeli merekomendasikan produk ke orang lain
Untuk mendapatkan hasil pemasaran yang sesuai maka secara umum dapat dilakukan proses pemasaran sebagai berikut:
1. Pengenalan pasar
2. Strategi pemasaran
3. Bauran pemasaran
4. Evaluasi pemasaran
Pengenalan pasar
Adalah upaya untuk mengetahui jumlah karakteristik dan sifat sebuah pasar. Hasil pengenalan pasar dapat saja sangat sederhana, mungkin berupa permintaan berupa barang atau jasa dengan syarat khusus oleh kelompok orang tertentu.
Dibawah ini beberapa teknik dalam pengenalan pasar:
1. mengelompokan pasar
Beberapa pengelompokan pembeli yang dapat dilakukan antara lain berdasarkan:
a. lokasi tempat tinggal
b. jenis kelompok
c. demogravis
d. psikologis
e. jumlah yang dibeli
2. masa peredaran barang atau jasa
Apabila mnengetahui masa peredaran barang atau jasa kita akan:
a. mempercepat atau memperlambat tahapan tahapan
b. mengetahui masa edar atau siklus hidup yang dimiliki
c. mengetahui layak atau tidaknya masuk dalam usaha baru
3. analisis SWOT
Analisis ini sangat penting untuk mengetahui posis usaha yang dijalankan. SWOT adalah Strenght (kekuatan) Weakness (kelemahan) Opportunity (peluang) dan Threats (ancaman).
Menentukan strategi pemasaran
1. menembus pasar
Uapaya praktis yang dapat dilakukan antara lain
a. meningkatkan unit penjualan membuat barang atau jasa yang lebih banyak
b. menambah lokasi dan staff penjualan agar menjangkau jumlah pembeli yang lebih banyak
c. meningkatkan periklanan
d. menambah barang atau jasa dengan melakukan program cuci gudang untuk barang yang sudah lama
e. melakukan promosi penjualan seperti hadiah, diskon, dll
f. meningkatkan pengenalan merek dengan publisitas, penelitian, dan sejisnya
g. meningkatkan promosi dan iklan melalui media
h. menurunkan harga dengan memberikan penawaran khusus
2. mengembangkan pasar
Dilakukan apabila sasaran opembeli yang lama sudah jenuh atau habis sehingga perlu mencari saasaran pembeli baru dengan tetap menawarkan barang atau jasa yang lain contoihnya dengan menambah cabang ditempat berbeda
3. mengembangkan produk
4. malakukan diversivikasi
5. meneta0pkan biaya murah
6. memfokuskan pasar
7. melakukan diferensiasi
Menyusun rencana pemasarana
Rencana pemasaran dapat disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
1. gambarkan usaha yang akan anda jalankan seperti bidang apa, manfaat barang yang ditawarkan, siapa sasaran pembeli yang hendak dituju
2. momosisikan produk
3. Menetapkan visi dan misi yang harus dibuat sesederhana mungkin
4. menetapkan jangka waktu pemasaran dan tujuan dari pemasaran
5. melakukan analisis SWOT
6. memilih strategi yang tepat disesuaikan dengan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan sebelumnya
7. menetapkan alat pemasaran
8. membuat bagan rencana pelaksanaan pemasaran
9. menentukan ukuran keberhasilan
Pemasaran bertitik tolak dengan kebutuhan pembeli yang belum terpenuhi yang berkaitan dengan barang, harga, kualitas dan sebagainya. Anda dapat dikatakan berhasil dalam melakukan upaya pemasaran apabila telah melakukan upaya sebagai berikut:
1. pembeli melakukan pembelian ulang
2. pembeli merekomendasikan produk ke orang lain
Untuk mendapatkan hasil pemasaran yang sesuai maka secara umum dapat dilakukan proses pemasaran sebagai berikut:
1. Pengenalan pasar
2. Strategi pemasaran
3. Bauran pemasaran
4. Evaluasi pemasaran
Pengenalan pasar
Adalah upaya untuk mengetahui jumlah karakteristik dan sifat sebuah pasar. Hasil pengenalan pasar dapat saja sangat sederhana, mungkin berupa permintaan berupa barang atau jasa dengan syarat khusus oleh kelompok orang tertentu.
Dibawah ini beberapa teknik dalam pengenalan pasar:
1. mengelompokan pasar
Beberapa pengelompokan pembeli yang dapat dilakukan antara lain berdasarkan:
a. lokasi tempat tinggal
b. jenis kelompok
c. demogravis
d. psikologis
e. jumlah yang dibeli
2. masa peredaran barang atau jasa
Apabila mnengetahui masa peredaran barang atau jasa kita akan:
a. mempercepat atau memperlambat tahapan tahapan
b. mengetahui masa edar atau siklus hidup yang dimiliki
c. mengetahui layak atau tidaknya masuk dalam usaha baru
3. analisis SWOT
Analisis ini sangat penting untuk mengetahui posis usaha yang dijalankan. SWOT adalah Strenght (kekuatan) Weakness (kelemahan) Opportunity (peluang) dan Threats (ancaman).
Menentukan strategi pemasaran
1. menembus pasar
Uapaya praktis yang dapat dilakukan antara lain
a. meningkatkan unit penjualan membuat barang atau jasa yang lebih banyak
b. menambah lokasi dan staff penjualan agar menjangkau jumlah pembeli yang lebih banyak
c. meningkatkan periklanan
d. menambah barang atau jasa dengan melakukan program cuci gudang untuk barang yang sudah lama
e. melakukan promosi penjualan seperti hadiah, diskon, dll
f. meningkatkan pengenalan merek dengan publisitas, penelitian, dan sejisnya
g. meningkatkan promosi dan iklan melalui media
h. menurunkan harga dengan memberikan penawaran khusus
2. mengembangkan pasar
Dilakukan apabila sasaran opembeli yang lama sudah jenuh atau habis sehingga perlu mencari saasaran pembeli baru dengan tetap menawarkan barang atau jasa yang lain contoihnya dengan menambah cabang ditempat berbeda
3. mengembangkan produk
4. malakukan diversivikasi
5. meneta0pkan biaya murah
6. memfokuskan pasar
7. melakukan diferensiasi
Menyusun rencana pemasarana
Rencana pemasaran dapat disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
1. gambarkan usaha yang akan anda jalankan seperti bidang apa, manfaat barang yang ditawarkan, siapa sasaran pembeli yang hendak dituju
2. momosisikan produk
3. Menetapkan visi dan misi yang harus dibuat sesederhana mungkin
4. menetapkan jangka waktu pemasaran dan tujuan dari pemasaran
5. melakukan analisis SWOT
6. memilih strategi yang tepat disesuaikan dengan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan sebelumnya
7. menetapkan alat pemasaran
8. membuat bagan rencana pelaksanaan pemasaran
9. menentukan ukuran keberhasilan
mengelola keuangan usaha
Keuangan bagi sebuah usaha ibarat nafas bagi tubuh manusia. Tanpa keuangan atau modal maka sebuah usaha takkan bisa berjalan. Sebaliknya dengan keuangan yang baik, kita bisa mengetahui keadaan usaha kita yang sesungguhnya. Nah, untuk itu mari kita lihat beberapa tips mengelola keuangan usaha untuk pemula.
Pisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha
Kesalahan mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sering dilakukan oleh pelaku usaha yang masih pemula. Sehingga menyulitkan kita untuk membedakan mana pengeluaran pribadi dan mana pengeluaran untuk usaha. Akibatnya bisa fatal, jika pengeluaran pribadi tiba-tiba membengkak atau tidak terkontrol. Usaha kita bisa mengalami kebangkrutan. Untuk itu, pisahkanlah uang pribadi dengan uang usaha anda. Jika menyimpan uang di bank, buatlah rekening khusus untuk usaha. Supaya tidak bercampur dengan tabungan pribadi.
Rencanakan Penggunaan Modal
Neraca atau keseimbangan bagi sebuah usaha sangatlah penting. Dimana apabila usaha kekurangan modal akan berdampak buruk. Tapi jika kelebihan modalpun tidak baik. Maka dari itu perencanaan keuangan dalam hal penggunaan modal ini menjadi sangat penting. Supaya modal yang digunakan untuk menjalankan usaha benar-benar memberikan keuntungan yang maksimal.
Buatlah Catatan Keuangan
Kesalahan mengelola usaha hanya berdasarkan ingatan juga kerap dilakukan oleh pengusaha pemula. Mentang-mentang usaha masih kecil dan belum banyak aktifitas arus kas. Catatlah keuangan usaha anda sedetail mungkin, atau paling tidak ada catatan mengenai pendapatan dan pengeluaran.
Setelah tingkatkan kemampuan administrasi anda dalam mencatat penjualan dan biaya-biaya. Tidak kalah penting, anda juga harus mencatat saldo-saldo hutang piutang, persediaan dan aset-aset tetap anda. Jika mampu, gunakan sistem komputer untuk memudahkan proses pencatatan. Dan alangkah lebih baik lagi jika anda bisa menerapkan sistem akuntansi yang memadai.
Tugas kita sebagai pengusaha ialah menghasilkan laba, namun tahukah anda berapa sih sebenarnya keuntungan yang telah kita dapatkan? Menghitung laba secara tepat sama pentingnya dengan menghasilkan laba itu sendiri. Bagian yang paling kritikal dalam menghitung laba adalah menghitung biaya-biaya. Sebagian besar biaya bisa diketahui karena melibatkan pembayaran uang tunai. Sebagian yang lain tidak berupa uang kas, misalnya penyusutan dan amortisasi. Sebagian lagi belum terjadi tapi perlu dicadangkan untuk dikeluarkan di masa mendatang, misalnya pajak dan bunga pinjaman.
Putar Arus Kas Lebih Cepat
Jangan terlalu fokus pada keuntungan. Pengelolaan keuangan juga mencakup bagaimana kita mengelola hutang, piutang serta persediaan barang dagangan. Banyak usaha mengalami kesulitan kas meski catatan akuntansi mereka menunjukkan angka berwarna biru. Perhatikan bagaimana anda memutar kas. Putaran kas anda melambat jika termin penjualan kredit anda lebih lama ketimbang kulakannya, atau apabila kita harus menyimpan persediaan barang dagangan. Kita harus mengusahakan termin penjualan kredit sama dengan pembelian kredit. Kita juga harus mampu menekan tingkat persediaan sedemikian rupa agar tetap dapat memenuhi order namun tanpa membebani keuangan.
Periksa Aset, Hutang dan Modal
Kita perlu memeriksa persediaan di gudang dan memastikan semuanya dalam keadaan lengkap dan baik. Tapi sebelumnya, kita perlu mempunyai administrasi yang memadai untuk mengontrol semua itu. Hal yang sama perlu kita lakukan pada piutang-piutang kepada pembeli serta tagihan-tagihan dari suplier. Jangan sampai ada tagihan yang macet juga kedobelan membayar kepada suplier gara-gara catatan yang buruk. Jika kita tidak mampu melakukan semua itu sendiri, kita bisa mempekerjakan bagian keuangan dan menetapkan prosedur keuangan yang cukup untuk memastikan bahwa harta kekayaan usaha selalu terjaga dengan baik.
Sisihkan Keuntungan untuk Pengembangan Usaha
Keuntungan yang dihasilkan dari usaha yang kita kelola memang sudah selayaknya kita nkimati. Secara itu merupakan hasil kerja keras kita sendiri. Tapi jangan lupa untuk menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha. Ini juga merupakan hal yang sangat penting. Karena semakin hari tingkat persaiangan usaha semakin meningkat. Jika usaha kita hanya berjalan ditempat, besar kemungkinan akan dilindas oleh para pesaing.
Semakin besar usaha yang kita kelola, semakin kompleks pengelolaan keuangannya. Ketika usaha anda melibatkan kreditor dan investor, maka semakin tinggi tuntutan untuk mempunyai sistem pencatatan keuangan yang baik. Keberhasilan usaha kita tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kita dalam menjual, melainkan juga mengatur keuangan
Pisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha
Kesalahan mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sering dilakukan oleh pelaku usaha yang masih pemula. Sehingga menyulitkan kita untuk membedakan mana pengeluaran pribadi dan mana pengeluaran untuk usaha. Akibatnya bisa fatal, jika pengeluaran pribadi tiba-tiba membengkak atau tidak terkontrol. Usaha kita bisa mengalami kebangkrutan. Untuk itu, pisahkanlah uang pribadi dengan uang usaha anda. Jika menyimpan uang di bank, buatlah rekening khusus untuk usaha. Supaya tidak bercampur dengan tabungan pribadi.
Rencanakan Penggunaan Modal
Neraca atau keseimbangan bagi sebuah usaha sangatlah penting. Dimana apabila usaha kekurangan modal akan berdampak buruk. Tapi jika kelebihan modalpun tidak baik. Maka dari itu perencanaan keuangan dalam hal penggunaan modal ini menjadi sangat penting. Supaya modal yang digunakan untuk menjalankan usaha benar-benar memberikan keuntungan yang maksimal.
Buatlah Catatan Keuangan
Kesalahan mengelola usaha hanya berdasarkan ingatan juga kerap dilakukan oleh pengusaha pemula. Mentang-mentang usaha masih kecil dan belum banyak aktifitas arus kas. Catatlah keuangan usaha anda sedetail mungkin, atau paling tidak ada catatan mengenai pendapatan dan pengeluaran.
Setelah tingkatkan kemampuan administrasi anda dalam mencatat penjualan dan biaya-biaya. Tidak kalah penting, anda juga harus mencatat saldo-saldo hutang piutang, persediaan dan aset-aset tetap anda. Jika mampu, gunakan sistem komputer untuk memudahkan proses pencatatan. Dan alangkah lebih baik lagi jika anda bisa menerapkan sistem akuntansi yang memadai.
Tugas kita sebagai pengusaha ialah menghasilkan laba, namun tahukah anda berapa sih sebenarnya keuntungan yang telah kita dapatkan? Menghitung laba secara tepat sama pentingnya dengan menghasilkan laba itu sendiri. Bagian yang paling kritikal dalam menghitung laba adalah menghitung biaya-biaya. Sebagian besar biaya bisa diketahui karena melibatkan pembayaran uang tunai. Sebagian yang lain tidak berupa uang kas, misalnya penyusutan dan amortisasi. Sebagian lagi belum terjadi tapi perlu dicadangkan untuk dikeluarkan di masa mendatang, misalnya pajak dan bunga pinjaman.
Putar Arus Kas Lebih Cepat
Jangan terlalu fokus pada keuntungan. Pengelolaan keuangan juga mencakup bagaimana kita mengelola hutang, piutang serta persediaan barang dagangan. Banyak usaha mengalami kesulitan kas meski catatan akuntansi mereka menunjukkan angka berwarna biru. Perhatikan bagaimana anda memutar kas. Putaran kas anda melambat jika termin penjualan kredit anda lebih lama ketimbang kulakannya, atau apabila kita harus menyimpan persediaan barang dagangan. Kita harus mengusahakan termin penjualan kredit sama dengan pembelian kredit. Kita juga harus mampu menekan tingkat persediaan sedemikian rupa agar tetap dapat memenuhi order namun tanpa membebani keuangan.
Periksa Aset, Hutang dan Modal
Kita perlu memeriksa persediaan di gudang dan memastikan semuanya dalam keadaan lengkap dan baik. Tapi sebelumnya, kita perlu mempunyai administrasi yang memadai untuk mengontrol semua itu. Hal yang sama perlu kita lakukan pada piutang-piutang kepada pembeli serta tagihan-tagihan dari suplier. Jangan sampai ada tagihan yang macet juga kedobelan membayar kepada suplier gara-gara catatan yang buruk. Jika kita tidak mampu melakukan semua itu sendiri, kita bisa mempekerjakan bagian keuangan dan menetapkan prosedur keuangan yang cukup untuk memastikan bahwa harta kekayaan usaha selalu terjaga dengan baik.
Sisihkan Keuntungan untuk Pengembangan Usaha
Keuntungan yang dihasilkan dari usaha yang kita kelola memang sudah selayaknya kita nkimati. Secara itu merupakan hasil kerja keras kita sendiri. Tapi jangan lupa untuk menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha. Ini juga merupakan hal yang sangat penting. Karena semakin hari tingkat persaiangan usaha semakin meningkat. Jika usaha kita hanya berjalan ditempat, besar kemungkinan akan dilindas oleh para pesaing.
Semakin besar usaha yang kita kelola, semakin kompleks pengelolaan keuangannya. Ketika usaha anda melibatkan kreditor dan investor, maka semakin tinggi tuntutan untuk mempunyai sistem pencatatan keuangan yang baik. Keberhasilan usaha kita tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kita dalam menjual, melainkan juga mengatur keuangan
Perencanaan Dan Operasional Usaha
Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan dan untuk itu, dicobalah untuk berfikir dengan SMART ( spesific, measureble, achieveble, reality, trackable) yang dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut: 1. spesific, mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapai tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih terfokus dan sangat jelas apa yang diinginkan. 2. Measurable, perencanaan yang dibuat harus dapat diukur, sehingga kita akan tahu kapan perencanaan tersebut telah tercapai,. 3. Achievable, bahwa perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil. 4. Reasionable, dimana perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis. 5. Trackable atau timely, setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dilacak untuk mengetahui setiap kemajuan. Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (layout) untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai dengan keperluannya, yaitu antara lain: 1. lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalian kegiatan operasional unit dibawahnya. 2. Lokasi pabrik, yaitu lokasi yang digunakan untuk melakukan proses produksi barang atau jasa. 3. lokasi gudang, merupakan tempat penyimpanan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang yang keluar. 4. lokasi cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumennya langsung pada wilayah-wilayah tertentu. ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi, yaitu : 1. dekat dengan pasar atau pelanggan 2. dekat dengan sarana transprotasi 3. pasokan tenaga kerja terjamin kesediaannya 4. listrik, air, dan prasarana lainnya 5. dekat dengan lembaga keuangan 6. dekat dengan kawasan industri pendukung 7. dekat dengan pusat pemerintahan 8. lokasi dapat dikembangkan 9. pertimbangan sosial budaya masyarakat lingkungannya 10. hukum yang berlaku dilingkungan tersebut. 11. dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun dan terminal 12. besar nya nilai investasi untuk lokasi 13. nilai ekonomis masa datang dari lokasi 14. iklim dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya. pengorganisasisan dansumber daya manusia ada 3 aspek yang harus diperhatikan 1. struktur organisasi harus mendukung tercapainya keberhasilan implementasi atau operasionalisasi rencana dengan mengalokasikan sdm dan sumber daya lainnya untuk mengerjakan tugas tugas yang harus dikerjakan 2. struktur oprganisasi harus menjelaskan pada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka 3. struktur organisasi harus membantu dalam prosses pengambilan keputusan dan memproses informasi yang dibutuhkan -Analisis Pekerjaan dilakukan untuik mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu. -Perencanaan sumber Daya Manusia merupakan suatu kegiatan yang secara sistematis memperkirakan kebutuhan jumlah dan kualitas sumber daya manusia dalam organisasi atau perusahaan. -Pengadaan Tenaga Kerja adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat. Kegiatannya meliputi penarikan, seleksi dan penempatan. - Pelatihan dan Pengembangan diperlukan untuk meningkatkan keahlian karyawan. - Kompensasi merupakan balas jasa yang sesuai atas tenga dan jasa yang telah berikan pada organisasi. - Perencanaan karier sebagai suatu sistem yang dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk melalui dan mendapatkan jenjang jabatan selam di perusahaan. - Keselamatan dan Kesehatan Kerja menunujuk kepada kondisi-kondisi fisiologis-fikal dan psikiologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. - Pemutusan Hubungan Kerja merupakan putusnya hubungan antara karyawan dengan perusahaan. - Pendekatan Mutu terhadap Proses Operasionalisasi Wirausaha Wirausaha baru harus memperhatikan masalah mutu dalam proses produksi, pelayanan dan manajemen. Konsep mutu berkembang seiring berkembangnya Manajemen Kualitas Total ( Total Quality Management-TQM ) yaitu adanya kemauan dari pengusaha untuk melakukan perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus, yang melibatkan semua karyawan di setiap level organisasi, untuk mencapai kualitas yang 'excellent' dalam semua aspek organisasi melalui proses manajemen. - Kepemimpinan Wirausaha Wirausaha harus memikul berbagai peranan, tugas, dan tanggung jawab, tetapi tidak ada yang lebih penting daripada peranan pemimpin. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan memberikan semangat kepada orang lain. Pemimpin bukan orang yang dicintai-dikagumi, pemimpin itu nyata, pemimpin mempunyai pengikut dan pemimpin bukan jabatan. -Perizinan dan Pendirian Badan Usaha Perijinan ini sangat penting dalam hubungannya dengan keterkaitan kerja antar perusahaan, dokumen kontrak, dan dengan sumber permodalan. Pendirian suatu perusahaan akan sangat tergantung pada pemilihan jenis badan usahanya.
Kamis, 06 Juni 2013
Mengenali Peluang dan Memilih Jenis Usaha
Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Memilih usaha sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan kita, yaitu usaha yang kita sukai atau kita mempunyai kompetensi dalam bidang usaha tersebut. Hal tersebut dalam membuat kita terhindar atau paling tidak menekan sekecil mungkin adanya kerugian yang dapat menghabiskan modal yang dimiliki. Rencana usaha tidak harus muluk-muluk, cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. Semuanya dapat diukur dengan salah satu alat yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT. Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.
Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mall dapat dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.
Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam mengoperasikan computer.
Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin dilingkungan perkantoran, dan lain-lain.
Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain dipasar yang pelakunya sudah sangat banyak.
Ada banyak sekali peluang bisnis jika kita tahu bagaimana dan dimana menemukannya, yang mungkin saja sudah ada dalam diri kita atau bahkan sudah didepan mata. Di bawah ini adalah daftar sumber ide yang dapat memberikan gagasan awal atau pemikiran awal untuk menentukan usaha apa yang hendak dijalankan:
Lihat barang-barang disekeliling dan yang sedang kita gunakan
Rasakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh diri
Browsing Internet yang menyediakan informasi bisnis
Baca buku yang berkaitan dengan kewirausahaan
Baca Koran, majalah, atau tabloid yang berisikan peluang usaha
Kunjungi bursa efek, amati tren capital dan peluang lainnya
Ikuti kursus kewirausahaan
Temani pengacara atau konsultan ketika bertemu kliennya
Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausahawan harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan gagasan atau ide disebut sebagai proses screening, yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi barang dan jasa riil.
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal:
Mengenali kebutuhan pasar
Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran
Memadukan bisnis-bisnis yang ada
Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi
Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku)
Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain:
Tentukam tujuan besar yang hendak dicapai
Buat daftar ide sebanyak-banyaknya yang menarik pikiran
Nilai kemampuan, kekuatan, karakteristik yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam bisnis yang anda lakukan.
Buatlah table criteria bisnis yang diperlukan, nilai dan pilih menurut tingkat kepentingannya
Bandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
Lakukan riset untuk menilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang
Pilih salah satu dari ide yang kemungkinan memiliki tingkat keberhasilan terbesar dan resiko terkecil.
Setelah kita memutuskan bisnis apa yang ingin dijalankan, hal yang perlu menjadi pertimbangan berikutnya adalah memilih jalur usaha yang tepat atau memilih beberapa prospek bisnis, Anda harus memutuskan jalur mana yang ingin dipilih untuk memiliki bisnis sendiri. Terdapat tiga jalur utama yang dapat dipilih: memulai bisnis baru, membeli bisnis yang sudah ada, mengembangkan bisnis yang sudah ada, dan kemitraan atau waralaba (franchise).
Cara Memulai Bisnis
Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut:
1. Memulai Bisnis Baru
Memulai bisnis baru merupakan pilihan yang paling menarik bagi para pemula. Terdapat tiga bentuk usaha yang bias dirintis oleh Anda, yaitu:
a. Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri.
b. Persekutuan (Partnership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
c. Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan usaha dengan modal berupa saham.
2. Membeli Bisnis yang Sudah Ada
Membeli perusahaan yang telah didirikan dan dikelola oleh orang lain dengan nama (goodwill)dan organisasi usaha yang sudah ada.
3. Mengembangkan Bisnis yang Sudah Ada
Mengembangkan bisnis yang sudah ada biasanya terjadi pada perusahaan keluarga.
4. Memilih usaha franchise
Waralaba (franchise) adalah suatu bentuk usaha kerja sama antara pewaralaba (franchisor) dengan terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha.
Dibawah ini beberapa kiat memilih bisnis waralaba:
1) Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini.
2) Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan terbukti sukses dimana-mana.
3) Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan, minat, dan bakat kita.
4) Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik kepada terwaralaba.
5) Jangan cepat percaya dengan angka-angka yang disodorkan oleh pewaralaba.
6) Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai yang akan menjadi pilihan kita.
Bidang Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha
Perlu perjuangan dan ketekunan dalam menerjemahkan mimpi besar ke dalam tindakan nyata. Berikut ada beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah.
Usaha di bidang makanan atau kuliner
Usaha pakaian dan perhiasan
Usaha yang terkait dengan tempat tinggal
Usaha pendidikan
Usaha yang terkait dengan rekreasi
Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para wirausahawan: Pertanian, Pertambangan, Pabrikasi, Konstruksi, Perdagangan, Jasa Keuangan, Jasa perorangan, Jasa pendidikan, Jasa Transportasi & Jasa Pariwisata.
Setelah menemukan ide, lalu menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih, langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. Berbagai organisasi bisnis memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Apabila kita ingin mendirikan suatu unit bisnis, maka kita akan memilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki. Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah:
Kebutuhan modal: seberapa banyak jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah usaha.
Resiko : memperhitungkan resiko yang akan terjadi, semua diarahkan untuk mendukung kegiatan bisnis.
Pengawasan: kemampuan pemilik usaha dalam melakukan pengawasan aktivitas bisnisnya.
Kemampuan manajerial: keahlian yang harus dimiliki untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengawasi usaha.
Kebutuhan waktu: memiliki cukup waktu untuk mengoperasikan usaha dan mengarahkan para karyawannya.
Pajak: pembayaran pajak yang harus dipenuhi sebagai konsekuensi menjalankan suatu kegiatan bisnis.
Memilih usaha sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan kita, yaitu usaha yang kita sukai atau kita mempunyai kompetensi dalam bidang usaha tersebut. Hal tersebut dalam membuat kita terhindar atau paling tidak menekan sekecil mungkin adanya kerugian yang dapat menghabiskan modal yang dimiliki. Rencana usaha tidak harus muluk-muluk, cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. Semuanya dapat diukur dengan salah satu alat yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT. Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.
Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mall dapat dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.
Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam mengoperasikan computer.
Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin dilingkungan perkantoran, dan lain-lain.
Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain dipasar yang pelakunya sudah sangat banyak.
Ada banyak sekali peluang bisnis jika kita tahu bagaimana dan dimana menemukannya, yang mungkin saja sudah ada dalam diri kita atau bahkan sudah didepan mata. Di bawah ini adalah daftar sumber ide yang dapat memberikan gagasan awal atau pemikiran awal untuk menentukan usaha apa yang hendak dijalankan:
Lihat barang-barang disekeliling dan yang sedang kita gunakan
Rasakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh diri
Browsing Internet yang menyediakan informasi bisnis
Baca buku yang berkaitan dengan kewirausahaan
Baca Koran, majalah, atau tabloid yang berisikan peluang usaha
Kunjungi bursa efek, amati tren capital dan peluang lainnya
Ikuti kursus kewirausahaan
Temani pengacara atau konsultan ketika bertemu kliennya
Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausahawan harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan gagasan atau ide disebut sebagai proses screening, yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi barang dan jasa riil.
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal:
Mengenali kebutuhan pasar
Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran
Memadukan bisnis-bisnis yang ada
Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi
Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku)
Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain:
Tentukam tujuan besar yang hendak dicapai
Buat daftar ide sebanyak-banyaknya yang menarik pikiran
Nilai kemampuan, kekuatan, karakteristik yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam bisnis yang anda lakukan.
Buatlah table criteria bisnis yang diperlukan, nilai dan pilih menurut tingkat kepentingannya
Bandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
Lakukan riset untuk menilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang
Pilih salah satu dari ide yang kemungkinan memiliki tingkat keberhasilan terbesar dan resiko terkecil.
Setelah kita memutuskan bisnis apa yang ingin dijalankan, hal yang perlu menjadi pertimbangan berikutnya adalah memilih jalur usaha yang tepat atau memilih beberapa prospek bisnis, Anda harus memutuskan jalur mana yang ingin dipilih untuk memiliki bisnis sendiri. Terdapat tiga jalur utama yang dapat dipilih: memulai bisnis baru, membeli bisnis yang sudah ada, mengembangkan bisnis yang sudah ada, dan kemitraan atau waralaba (franchise).
Cara Memulai Bisnis
Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut:
1. Memulai Bisnis Baru
Memulai bisnis baru merupakan pilihan yang paling menarik bagi para pemula. Terdapat tiga bentuk usaha yang bias dirintis oleh Anda, yaitu:
a. Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri.
b. Persekutuan (Partnership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
c. Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan usaha dengan modal berupa saham.
2. Membeli Bisnis yang Sudah Ada
Membeli perusahaan yang telah didirikan dan dikelola oleh orang lain dengan nama (goodwill)dan organisasi usaha yang sudah ada.
3. Mengembangkan Bisnis yang Sudah Ada
Mengembangkan bisnis yang sudah ada biasanya terjadi pada perusahaan keluarga.
4. Memilih usaha franchise
Waralaba (franchise) adalah suatu bentuk usaha kerja sama antara pewaralaba (franchisor) dengan terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha.
Dibawah ini beberapa kiat memilih bisnis waralaba:
1) Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini.
2) Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan terbukti sukses dimana-mana.
3) Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan, minat, dan bakat kita.
4) Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik kepada terwaralaba.
5) Jangan cepat percaya dengan angka-angka yang disodorkan oleh pewaralaba.
6) Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai yang akan menjadi pilihan kita.
Bidang Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha
Perlu perjuangan dan ketekunan dalam menerjemahkan mimpi besar ke dalam tindakan nyata. Berikut ada beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah.
Usaha di bidang makanan atau kuliner
Usaha pakaian dan perhiasan
Usaha yang terkait dengan tempat tinggal
Usaha pendidikan
Usaha yang terkait dengan rekreasi
Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para wirausahawan: Pertanian, Pertambangan, Pabrikasi, Konstruksi, Perdagangan, Jasa Keuangan, Jasa perorangan, Jasa pendidikan, Jasa Transportasi & Jasa Pariwisata.
Setelah menemukan ide, lalu menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih, langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. Berbagai organisasi bisnis memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Apabila kita ingin mendirikan suatu unit bisnis, maka kita akan memilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki. Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah:
Kebutuhan modal: seberapa banyak jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah usaha.
Resiko : memperhitungkan resiko yang akan terjadi, semua diarahkan untuk mendukung kegiatan bisnis.
Pengawasan: kemampuan pemilik usaha dalam melakukan pengawasan aktivitas bisnisnya.
Kemampuan manajerial: keahlian yang harus dimiliki untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengawasi usaha.
Kebutuhan waktu: memiliki cukup waktu untuk mengoperasikan usaha dan mengarahkan para karyawannya.
Pajak: pembayaran pajak yang harus dipenuhi sebagai konsekuensi menjalankan suatu kegiatan bisnis.
Kamis, 18 April 2013
Kreativitas dan inovasi dalam berwirausaha
Bedasarkan pengertianya kreativitas adalah kemampuan untuk
mengembangkan ide ide baru dan cara cara baru dalam pemecahan masalah dan
menemukan peluang. Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan
kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang.
Sebagai pengusaha dituntut untuk selalu memiliki kreativitas
yang tinggi dan inovasi baru. Ada beberapa hambatan dalam kreativitas diantaranta
:
a.
Hambatan psikologos
b.
Hambatan budaya
c.
Hambatan lingkungan
d.
Hambatan bahas berfikir
Adapun hal yang dapat meningkatkan kreativitas adalah
sebagai berikut :
a.
Mengubah cara berfikir dan
proses bertindak
b.
Merumuskan masalah secara
kreatif
c.
Bertanya dan bertanya
Ada lima jenis inovasi yang penting dilakukan pengusaha
diantaranya :
a.
Pengenalan barang baru atau
perbaikan barang yang ada
b.
Pengenalan metode produksi
yang baru
c.
Pembukaan pasar baru
d.
Penciptaan bahan mentah
e.
Pembentukan organisasi
industri baru.
Inovasi dan bisnis ibarat dua sisi dari sekeping mata uang. Menjadi
pengusaha yang sukses inovasi yang ada harus terus di bangun melalui budaya
kreatif, mengikuti tren perubahan dan Membangun pasar
Kamis, 11 April 2013
Motivasi menjadi pengusaha sukses
Proses termotivasinya seseorang dengan
orang lain untuk menjadi pengusaha berbeda beda. Tidak semua orang memiliki
motivasi menjadi seorang pengusaha.
Pendidikan menjadi kunci sukses keluar
dari kesulitan dan membantu meraih keberhasilan usaha. Jangan percaya terhadap
mitos terkait berwirausaha seperti :
1. Wirausahawan merupakan bakat dan keturunan
2. Pengusaha
adalah pelaku bukan pemikir
3. Wirausahawan
tidak bias di ajarkan atau dibentuk
4. Pengusaha
adalah selalu sebagai investor
5.
Pengusaha membutuhkan keberuntungan
6. Pengusaha
harus selalu sukses dan tidak boleh gagal
7. Pengusaha
adalah sama seperti penjudi
Merubah sesuatu yang sudah menjadi
kebiasaan tidak mudah, perubahan bukanlah kata yang menakutkan dan
membahayakan. Mengubah pola piker memerlukan keberanian dan kerelaan.
Meyakini makna prestasi adalah
menyakinimeyakini bahwa diri telah mengenal cara –cara mengembangkan kekuatan
yang ada. Semangkin seseorang meyakini bahwa dirinya dapat mengelola
berbagai kekuatan dan kelemahan, maka semangkin yakin ia bahwa dirinya dapat
mewujudkan suatu prestasi.
Berikut beberapa tips untuk menjadi
pengusaha sukses :
1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi
2. Semangat dan Kegigihan
3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis
4. Berani Mengambil Resiko
5. Kerja Keras
6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain
7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari
Orang Lain
8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain
9. Berani Menghadapi Kegagalan
10. Tidak Suka Menunda
Ciri-ciri pribadi wirausaha yang berhasil adalah :
v berorientasi
pada tindakan dan memiliki motif yang tinggi dalam mengambil resiko untuk
mengejar tujuan.
v dapat
mendayagunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki dan mengurangi
kelemahan-kelemahan yang ada.
v mempunyai
prilaku yang agresif dalam mengejar tujuan dan berorientasi pada tujuan dan
hasil.
v mau
belajar dari pengalaman.
v memupuk
dan mengembangkan pribadi unggul secara terus-menerus.
Langganan:
Komentar (Atom)